Sabtu, 17 Oktober 2020

Polemik UU Cipta Kerja dan Hubungannya dengan Substansi Sertifikasi Halal

Berbicara tentang UU cipta kerja atau yang disebut juga UU omnibuslaw maka akan membawa kita pada banyak hal yang menimbulkan kontroversi. Mulai dari substansi UU yang bagi sebagian orang dianggap tidak berpihak pada tenaga kerja atau buruh hingga proses pengesahannya yang terkesan terburu-buru sehingga memunculkan kekhawatiran bagi berbagai pihak. Pada tulisan kali ini saya ingin membahas hubungan antara UU cipta kerja ini dengan peraturan sertifikasi halal yang telah disahkan melalui UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sebelumnya terkait peraturan sertifikasi Halal ini sendiri juga juga sudah menimbulkan pro dan kontra, mengutip penjelasan dari pernyataan narasumber dalam webinar sertifikasi halal di era adaptasi kebiasaan baru yang dilaksanakan oleh Universitas Airlangga pada tanggal 28 September 2020 bahwa peraturan baru terkait setifikasi halal ini memiliki signifikansi urgensi bagi terjaminnya produk halal bagi masyarakat muslim di Indonesia selain juga merupakan sarana penunjang bagi pemasaran produk halal Indonesia ke tingkat global. Mengingat pada era masa kini industri halal semakin berkembang dan menjadi peluang yang sangat besar bagi perkembangan perekonomian di Indonesia.

            Pada satu sisi saya sangat setuju dengan adanya urgensi tentang kewajiban sertifikasi halal bagi produk-produk yang beredar di Indonesia karena hal ini merupakan ikhtiar bagi umat muslim agar tidak terjebak dalah hal-hal yang gharar atau tidak jelas sehingga terdapat keragua-raguan dalam mengkonsumsi suatu produk. Namun di sisi lain memang ada hal-hal yang perlu dibahas lebih mendalam agar proses pelaksanaan aturan sertifikasi halal ini dapat berjalan sesuai tujuan sesungguhnya. Mengutip dari pernyataan pak Mardigu Wowiek alias bossman yang mana beliau berpendapat bahwa adanya kewajiban sertifikasi halal ini cenderung mempersulit berkembangnya industri kecil dan menengah atau UMKM, kemudian beliau menyarankan agar proses sertifikasi maupun ijin-ijin tertentu yang berkaitan dengan pembukaan usaha maupun bisnis harusnya bisa diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyulitkan seperti proses ijin sambil berjalannya usaha dan aturan sertifikasi hanya bagi usaha yang sudah berskala besar.

            Belum lagi selesai terkait pro dan kontra sertifikasi halal yang kini bersifat mandatory muncul lagi polemik terkait UU cipta kerja yang didalamnya juga membahas terkait aturan Jaminan Produk Halal dan Sertifikasi Halal. Pada UU yang baru disahkan ini menyebutkan bahwa peraturan yang mewajibkan LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) harus memiliki sertifikasi dari MUI dihilangkan. Selain itu dengan alasan demi terciptanya iklim investasi dan iklim usaha yang berkembang dan bertumbuh dengan cepat maka aturan penerbitan sertifikasi halal diberi tenggang waktu maksimal satu hari kerja terhitung sejak fatwa kehalalan produk. Kemudian pada pasal 35A ayat 2 dijelaskan apabila MUI tidak dapat memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan maka BPJPH dapat langsung menerbitkan sertifikasi halal. Beberapa perubahan inilah yang disorot oleh berbagai pihak. Substansi atau landasan tujuan sertifikasi halal yang memiliki tujuan mulia untuk menjamin tersedianya jaminan halal terkesan menjadi komoditi bisnis karena adanya potensi menghilangkan peran MUI sebagai pihak yang memutuskan kehalalan suatu produk berdasarkan aturan dan nilai-nilai islam.

            Berbagai pendapat baik yang pro dan kontra terkait aturan sertifikasi halal ini sebenarnya adalah baik karena memang tugas kita bersama untuk berusaha mencapai aturan atau regulasi yang sesuai dan lebih baik dan lebih baik lagi. Saya pribadi sebagai orang awam dengan pengetahuan minim ini hanya ingin sedikit beropini melalui tulisan ini. Saya setuju dan mendukung dengan adanya regulasi jaminan produk halal dan sertifikasi halal yang bersifat mandatory ini karena merupakan ikhtiar dalam menghindari hal-hal haram yang dilarang oleh islam. Namun hal yang perlu dikritisi adalah bagaimana proses penerapan peraturan sertifikasi halal ini agar tidak memberatkan para pengusaha kecil atau UMKM. Jangan sampai salah satu tujuan sertifikasi halal yang awalnya adalah sebagai kunci untuk menembus pasar halal global malah menjadi boomerang dan menhambat pertumbuhan usaha kecil di masyarakat. Hal-hal yang berkaitan dengan biaya sertifikasi dan alur pengajuan sertifikasi harus dibuat sedemikianrupa agar tidak meberatkan. Terkait beberapa perubahan yang terdapat pada UU cipta kerja saya cenderung kurang setuju karena hal-hal tersebut berpotensi menghilangkan substansi serta tujuan utama dari adanya sertifikasi halal. Merupakan tugas bersama baik pemerintah sebagai regulator, ulama sebagai penasehat, serta masyarakat yang memang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam hal ini untuk mencari solusi agar implementasi sertifikasi halal ini dapat dilaksanakan dengan tujuan yang baik, cara yang baik, dan akhirnya hasilnya pun baik bagi kemaslahatan masyarakat.


 


Senin, 14 September 2020

 Apa itu Filsafat, Berpikir Filsafat, Pengetahuan, dan Ilmu Pengetahuan?

    mungkin bagi sebagian orang tema terkait filsafat ini tidak menarik dan membosankan karena terkesan memikirkan sesuatu yang tidak rasional, bikin pusing, dan buang-buang waktu. namun ternyata banyak hal menarik terkait dengan filsafat. sebelum membahas lebih lanjut tentang konsep filsafat, berikut merupakan definisi dari filsafat, berpikir filsafat, pengetahuan, dan ilmu pengetahuan.

1. filsafat merupakan hasil dari pemikiran-pemikiran yang mendalam, radikal sampai ke akar, dan mencapai esensi atau hakikat dari sesuatu.

2. berpikir filsafat merupakan proses berpikir yang dilakukan oleh manusia yang diawali dengan penerimaan informasi dari panca indra untuk kemudian diproses oleh akal.

3. ilmu yang berarti "tahu" atau biasa disebut Science berarti tahu secara mendalam terkait suatu hal 

4. pengetahuan atau knowledge merupakan sesuatu yang diketahui untuk mengembangkan pengetahuan ke tingkat yang lebih dalam atau pengetahuan lanjutan.

    awal dari berpikir filsafat adalah permasalahan. seseorang yang mulai berpikir secara mendalam mengenai sesuatu dikarenakan adanya masalah yang dirasakan sehingga dirasa perlu untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada. proses berpikir yang dilakukan itu terbatas sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki berdasarkan pengalamannya. seserang yang berpikir filsafat akan dapat memutuskan sesuatu dengan lebih bijak. semua orang di dunia ini bisa berpikir secara filsafat karena sejatinya manusia diberkahi akal dan panca indra walaupun dengan tingkatan yang berbeda pada tiap tiap individu. dengan akal manusia dapat berimajinasi untuk kemudian dapat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. berpikir secara filsafat itu harus rasional yaitu berdasarkan pemikiran akal, pertimbangan yang logis dan akal sehat. namun sejatinya hasil pemikiran filsafat atau radikal awalnya akan dianggap tidak rasional. contohnya ketika Isaac Newton menemukan hukum gravitasi ketika memikirkan secara mendalam saat kepalanya kejatuhan apel. bagi orang lain mungkin Isaac Newton awalnya dianggap berpikir tidak rasional karena memikirkan suatu hal yan tidak penting terkait jatuhnya apel, namun ketika pemikirannya terkait gravitasi dapat diuji dan dibuktikan maka semakin banyak orang yang percaya dan akhirnya pemikiran itu menjadi rasional. suatu pemikiran itu awalnya bersifat subyektif karena dipikirkan oleh satu orang namun ketika banyak orang yang setuju tentang hasil pemikiran itu makan hal itu dianggap obyektif. walaupun dalam hal ini tetap dibenarkan untuk tidak sependapat dengan suatu pemikiran. pola dalam berpikir filsafat diawali dengan panca indra yang kemudian menjadi pengetahuan. pengetahuan yang mendalam menjadi ilmu dan kembali lagi pada panca indra. siklus ini berlanjut karena setelah menghasilkan suatu ilmu yang bermanfaat dalam memecahkan suatu permasalahan maka manusia akan memiliki keinginan baru dan permasalahan baru yang kemudian memicu proses berpikir filsafat yang radikal dan logis.

Jumat, 04 September 2020

Tentang LPDP

Sekilas Tentang Beasiswa LPDP 

1. Beasiswa LPDP adalah program beasiswa yang diselenggarakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan yang bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkarakter, pemimpin, profesional, saintis, dan teknokrat

2. Beasiswa LPDP diperuntukkan bagi mahasiswa S2 dan S3 serta pendanaan project-project penelitian atau yang biasa disebut Rispro (Riset Produktif)

3.  Beasiswa LPDP memiliki banyak jalur penerimaan diantaranya seperti Reguler, Disertasi, Dokter Spesialis, Afirmasi, Unggulan Dosen, serta program co-funding

4. Selain beasiswa LPDP, ada banyak beasiswa-beasiswa lainnya baik untuk tujuan studi dalam negeri ataupun luar negeri. Beberapa beasiswa luar negeri seperti fullbright dari pemerintah Amerika Serikat, Erasmus yaitu khusus untuk tujuan studi wilayah Eropa, DAAD yaitu beasiswa dari negara Jerman, Chevening, Australia Awards, dan masih banyak lagi yang lainnya. Banyak sekali beasiswa-beasiswa luar negeri dari berbagai negara. Untuk beasiswa tujuan studi dalam negeri masih relatif sedikit, beberapa diantaranya yaitu Tanoto Foundation dan beasiswa pascasarjana UGM.

 Mengapa Memilih Beasiswa LPDP

1.      LPDP merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah dengan sumber pendanaan dari pemerintah serta memiliki tujuan yang mulia untuk mendidik generasi penerus bangsa. LPDP sangat menekankan rasa cinta tanah air dan rasa peduli terhadap kepentingan dan kemajuan negara. Awardee LPDP harus memiliki tanggung jawab lebih untuk pembangunan bangsa

2.                  LPDP memiliki dana abadi yang bersumber dari APBN, dana tersebut dikelola dan diinvestasikan secara terus menerus dan diperuntukkan bagi bidang pendidikan sehingga harapannya semakin banyak awardee yang dapat diterima belajar melalui beasiswa LPDP. Faktanya kuota yang disediakan LPDP bagi para Awardee masih banyak tersisa sehingga ini merupakan peluang berharga

3. LPDP memiliki banyak pilihan perguruan tinggi untuk tujuan studi serta banyak pilihan jurusan yang bisa difasilitasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri . Jurusan dan perguruan tinggi memeliki akreditasi yang baik pula

4. jalur pendaftaran yang banyak menjadi peuang serta kesempatan yang besar bagi calon awardee. Beasiswa LPDP diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia dari berbagai kalangan  yang ingin melanjutkan studi.

Siapa saya dan mengapa saya tertarik melanjutkan studi?

      sebagai mahasiswa bisa dibilang tidak ada yang spesial dari   diri saya. Saya bukan ketua organisasi, saya bukan juara lomba karya tulis ilmiah, di kelas pun saya bukan mahasiswa yang paling aktif. bukan berarti saya mahasiswa yang tidak baik yaa. saya memiliki prinsip bahwa saya harus selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan saya harus menjadi versi terbaik dari diri saya. Saya berusaha untuk tidak sering membandingkan diri saya dengan orang lain walaupun terkadang hal itu juga perlu dilakukan sebagai kontrol terhadap diri agar lebih bersemangat.

  awal mula saya ingin melanjutkan studi adalah ketika masa-masa semester akhir saat magang dan skripsi, saya mulai berpikir apa yang harus saya lakukan dan apa yang menjadi passion saya. Saya mengenal beasiswa LPDP dari salah satu kakak tingkat saya yang juga seorang awardee. Saya tersinpirasi dari beliau dan mulai mencari informasi serta mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP

 

Apa saja yang saya siapkan dan bagaimana saya menyiapkannya

    Persiapan untuk melanjutkan studi harus dilakukan sedari awal masa perkuliahan karena pada umumnya beasiswa memiliki syarat minimal IPK tertentu dan kemampuan bahasa yang cukup sehingga sebagai mahasiswa memang harus rajin belajar. Saya setuju bahwa IPK tinggi memang bukan yang utama namun kita harus memiliki IPK yang baik. Selain itu keaktifan berorganisasi merupakan nilai tambah yang mempengaruhi kelulusan LPDP. Intinya saya selalu berusaha mencari pengalaman-pengalamn baru baik itu mengikuti organisasi, kepanitiaan, pelatihan maupun seminar-seminar. LPDP sangat menekankan sikap kontributif atau kebermanfaatan meskipun itu dimulai dari hal-hal kecil.

    persiapan lainnya yang saya lakukan adalah dengan mencari informasi selengkap-lengkapnya terkait beasiswa LPDP dan membaca pengalaman-pengalaman awardee sebelumnya. Setelah lulus S1 pada tahun 2018 saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu, saya berusaha untuk mandiri secara finansial agar tidak menjadi beban bagi orang tua. Selama bekerja saya terus mengupdate informasi terkait LPDP dan mencicil persyaratan-persyaratan yang diperlukan. Akhirnya saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP batch 2 pada tahun 2019.

 

Apa saja seleksi beasiswa yang harus dilalui?
pada tahun 2019 LPDP memiliki 3 tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, seleksi berbasis komputer, dan wawancara. Tahapan seleksi serta persyaratan pendaftaran beasiswa LPDP biasanya ada yang berbeda tiap tahunnya walaupun secara substansi sebenarnya tujuannya sama yaitu untuk menyaring awardee terbaik yang dapat menerima beasiswa. 
1. Seleksi Administrasi
     seleksi administrasi merupakan tahap pertama yang sangat penting untuk diperhatikan. Ibaratnya jangan sampai kalah sebelum berperang, persyaratan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada berkas yang salah ataupun kurang. Kelengkapan dan kesesuaian adalah kunci untuk bisa lolos pada tahap ini. Seleksi administrasi dilakukan secara online
2. Seleksi berbasis komputer
     seleksi ini adalah seleksi kedua yang dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia. Pendaftar dapat memilih tempat seleksi yang terdekat dengan domisilinya. Pada saat itu saya tes di Surabaya. Tes ini mirip seperti TPA (Tes Potensi Akademik). Pada tes ini saya juga harus menulis essay tentang topik atau berita terkini di Indonesia mulai dari bidang politik, ekonomi, lingkungan, kemanusiaan, dsb. Tes ini memiliki passing grade tertentu untuk masing-masing jalur pendaftaran. Belajar dan latihan soal harus dilakukan pastikan nilai kita melampaui passing grade.
3. Seleksi wawancara
    seleksi wawancara adalah tahap terakhir yang paling menguras emosi dan tenaga karena merupakan tahap penentuan. Seleksi wawancara terdiri dari 2 tahap. Pertama wawancara terkait akademis, psikologis, dan kesiapan diri. Pewawancara terdiri dari 3 orang yang memiliki background berbeda yaitu akademisi, psikolog, dan perwakilan dari LPDP. Sedangkan wawancara kedua terkait dengan nasionalisme. Pewawancara ada satu orang dan hal-hal yang dinyakan terkait dengan isu-isu yang bekaitan dengan nasionalisme dan pancasila. Total durasi wawancara 1 dan wawancara 2 yang saya lakukan kurang lebih selama 2 jam secara tatap muka di Surabaya

 

Tips – Tips Sukses Meraih Beasiswa LPDP

1.Bicaralah dengan dirimu sendiri. Tanyakan apa yang ingin kamu lakukan, apa yang kamu sukai, apa passion kamu, dan apa kontribusi atau kebermanfaatan yang ingin kamu lakukan dalam hidup

2.luruskan niat, yakinkan dirimu bahwa segala sesuatu yang kamu usahakan termasuk ingin melanjutkan studi melalui beasiswa LPDP adalah untuk kebaikan dan hanya untuk mengharap ridho Allah SWT

3.Kamu harus yakin terhadap dirimu sendiri sebelum kamu meyakinkan orang lain bahwa kamu mampu. Terlebih pada saat tahap wawancara, psikolog akan dapat menilai keadaan psikologi kamu dengan pertanyaan-pertanyaannya. Tunjukkan sikap yang dewasa dan tenang dalam menjawab pertanyaan pewawancara

4.Rajin belajar dan selalu mengusahakan yang terbaik. sikap ini harus selalu ditanamkan dalam diri kita agar menjadi kebiasaan. Karena tantangan terbesar yang sebenarnya adalah memanjemen diri kita sendiri bukan mengalahkan orang lain

5.Kekuatan doa dan sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah atas ijin Allah, maka doa adalah kunci agar kita dapat memohon petunjuk kepada Allah dan agar kita diberikan yang terbaik, terlebih doa orang tua. Selain itu sedekah tidak akan membuat kita rugi, semakan banyak kita memberi akan semakin banyak kita menerima. Ingat sedekah bukan hanya berbentu materi bahkan senyum dan menyingkirkan duri di jalan adalah sedekah, Yang terpenting kita dapat menebar manfaat walaupun dari hal-hal kecil.

 

 

 

 


Selasa, 16 Juni 2020

Quarter Life Of Crisis???

Pernah dengar tentang "quarter life of crisis"? Itu loh yg seringkali dirasakan orang-orang ketika memasuki usia dewasa dan mulai merasakan krisis-krisis, entah itu krisis moneter, krisis percintaan dsb. Maap sekaligus curhat ya ini he he ๐Ÿ˜…. Jadi ceritanya bulan ini alhamdulillah aku diberi kesempatan oleh Allah Swt memasuki usia baru, usia 24. Hmm bukan usia yang terlalu muda meskipun tidak tua juga. Aku masih merasa sama seperti dulu walaupun tak bisa dipungkiri banyak hal yang muncul di pikiranku. Banyak yang bilang ini termasuk usia QLC or Quarter Life Of Crisis. Beberapa teman juga sempat curhat padaku bahwa mereka mengalami kegelisahan yang kurang lebih sama seperti yang aku alami. " siapa aku?, apa yang aku lakukan?, siapa mereka?, apa tujuan hidupku?, apakah ini yang terbaik?, kenapa aku tidak seperti dia?, siapa jodohku? " eaaa๐Ÿ˜‚. Pertanyaan - pertanyaan seperti ini seringkali muncul di pikiranku. Ini bukan karena aku sedang amnesia yaa wkwk, ditambah lagi omongan-omongan orang yang sebenarnya bertujuan baik karena peduli dengan diriku namun kadang ada rasa tidak enak ketika mendengarnya, baper gituu ๐Ÿ˜”.

Usia dewasa awal nih memang rumit ya, karena kita kan di usia-usia ini sudah bisa berpikir secara dewasa namun pemikiran-pemikiran ini terkadang malah membuat kita merasa insecure berlebihan dan terpuruk karena mungkin tidak semua hal yang terjadi dalam hidup kita sama persis seperti yang kita harapkan. Now talk about me, actually aku adalah pribadi yang introvert, terlalu banyak berpikir sebelum bertindak, daan pada titik tertentu aku akan bersikap cuek. Aku tipe orang yang main aman dan tidak menyukai risiko, ibarat investor aku termasuk risk averse investor yang enggan melakukan investasi pada saham dan lebih memilih invest ke obligasi atau reksadana pendapatan tetap ๐Ÿ˜‚. Aku juga bukan tipe orang yang ambisius tapi positifnya aku selalu memiliki visi atau tujuan yang jelas. Ibaratnya "let it flow but still you have to control it". 

Hal yang terkadang membuatku insecure adalah apakah mindset atau pola pikir yang aku bentuk tentang kepribadianku sekarang sudah benar? Apakah pola pikirku sudah benar? Apakah seharusnya aku mengubah pola pikirku agar menjadi lebih terbuka, lebih menyukai tantangan, dan lebih ambisius dalam mencapai sesuatu? Apakah aku harus seperti itu?. Hmm I don't Know but apa yang aku pahami sekarang adalah "aku adalah aku, aku spesial dengan caraku". Selama hampir 24 tahun aku hidup aku telah melalui banyak hal, bertemu banyak orang, menonton, membaca, dan mempelajari banyak hal. Kepribadian, karakter, dan pola pikirku terbentuk dan apa yang aku yakini benar akan kulakukan selama itu adalah kebaikan. Poin pentingnya adalah bahwa aku harus tetap berpikiran terbuka, menerima masukan, menerima kritik, dan selalu berusaha menambah wawasan, menambah ilmu untuk menjadikanku pribadi yang lebih baik. Jika memang hal-hal tertentu dalam pikiranku ini baik dan benar, maka dengan seiring waktu bertambahnya pengetahuan dan pemahamanku aku akan semakin yakin pada diriku. Dan sangat mungkin ada beberapa hal dari pola pikirku yang kurang benar maka seiring waktu aku akan terus berusaha untuk memperbaiki itu.

Perasaan insecure itu pasti ada pada tiap individu, meskipun berbeda penyebabnya, berbeda tingkatannya. Bahkan aku pernah mendengar salah satu teori psikologi bahwa tidak ada orang yang 100 persen jiwanya sehat. Aku setuju sih dengan teori itu. Ibaratnya kalo pas iman lagi naik, ibadah rajin, hati dan jiwa jadi tenang hampir 100 persen. Sebaliknya kalo pas iman turun, jauh dari Allah, pasti kesehatan hati dan jiwa juga terganggu. Jadi merasa insecure itu wajar dan normal, itu merupakan rambu-rambu agar kita selalu waspada dan tidak terlena serta selalu berusaha agar menjadi pribadi yang selalu bertumbuh. I want to make an example, ini casenya adalah seseorang yang baru lulus S1. Ada banyak kemungkinan keputusan setelah lulus. Ada yang langsung bekerja, ada yang kerja sesuai jurusan, ada pula yang kerja gk sesuai jurusan, ada yang langsung nikah, ada yang lanjut S2, ada yang berwirausaha, ada juga yang memilih nganggur dulu karena belum nemu pekerjaan yang cocok. Banyak banget pilihan yang mungkin diambil tiap-tiap individu. Tidak ada yang salah semua contoh pilihan diatas benar, karena tiap orang memiliki pemikiran berbeda, karakter berbeda, dan keadaan yang berbeda namun kita harus selalu waspada.
Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! ๐Ÿ˜„

Semoga bermanfaat :)

By Roisatun Kasanah

Kamis, 11 Juni 2020

Kebesaran Allah Swt Melalui Corona

Sedikit ingin mencurahkan isi hatiku dan pemikiranku terkait keadaan dunia pada saat ini, hmm aku merasa dunia ini sedang tidak baik-baik saja dan memang sebenarnya tidak baik -baik saja sejak lama. Satu tempat bernama bumi dengan bermilyran manusia yang tinggal didalamnya dan memiliki perbedaan pemikiran, kepribadian, kepentingan, suku, budaya, dsb. Betapa lelahnya bumi ini, manusia yg di anugrahi akal untuk berpikir ini seringkali berbuat salah dan khilaf. Akal yg seharusnya digunakan berpikir untuk mencapai kebaikan malah disalahgunakan untuk merusak bumi sendiri. 

"Corona", virus yang menggemparkan dunia. Siapa sangka virus yang awalnya muncul di kota Wuhan China pada akhir 2019 ini menyebar hampir ke seluruh dunia. Bahkan sampai ke daerahku, kota kecil di ujung selatan Jawa Timur Indonesia. Allahu Akbar,  Allah Swt memang maha berkuasa atas segala sesuatu. Siapa sangka gara-gara makhluk kecil ini negara-negara besar seperti Amerika dan China kebingungan dibuatnya. Kegaduhan corona ini membuktikan betapa kuasanya Allah Swt, tidak pantas manusia yang hina dan lemah seperti kita merasa sombong, angkuh, merasa hebat akan diri kita. Seringkali kita lupa bahwa segala sesuatu termasuk diri kita adalah kepunyaan Allah Swt dan hanya kepadaNYA semua kembali. Astaghfirullah.

Segala usaha, daya dan upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Mulai dari memakai masker, menjaga kebersihan, karantina wilayah, hingga aturan-aturan seperti PSBB, larangan mudik, dsb. Sebagian orang berkata bahwa virus corona ini konspirasi belaka. Cara egois yang dilakukan segelintir orang yang memiliki kuasa untuk mencapai tujuannya. Hmm

Behind this corona virus, ada berbagai hal menarik yang kulihat dan kualami atau bisa dibilang hikmah dibalik berbagai kejadian yang ku amati disekitarku. Mulai dari bulan ramadhan yang begitu berbeda sampai cara-cara masyarakat dalam menghadapi dan memaknai kejadian ini. Di keluargaku sendiri sebenarnya tidak banyak hal yang berbeda. Aku bersyukur atas segala keberkahan yang Allah Swt berikan pada keluargaku. Ayahku di bulan penuh rahmat ini mau belajar menjadi imam sholat tarawih bagi kami sekeluarga meskipun masih belum sempurna. Hal lain yang aku amati dan kurasakan adalah semakin semaraknya budaya berbagi dan kedermawanan. Pada saat kondisi sulit seperti ini sikap seseorang diuji, banyak kulihat orang-orang yang saling berbagi hingga ada yang menjual harta bendanya namun ada pula beberapa yang selalu merasa kurang dan tidak ada rasa syukur dalam dirinya.

 Hal menarik lainnya adalah tentang bagaimana  orang-orang bereaksi dalam keadaan panik. Ada orang- orang yang bersikap pasrah, ada yang semakin mendekatkan diri kepada Allah, ada pula sebagian orang yang melakukan berbagai tindakan yang sebenarnya irasional dan tidak sesuai dengan ajaran islam. Sebenarnya permasalahan seperti ini klise karena terjadi sejak lama bahkan saat Rasulullah pertama-tama mendakwahkan islam di Makkah. Rasulullah berhadapan dengan pertentangan dari kaum Quraisy yg mempertahakan agama nenek moyang. Dan sampai sekarang pun masih terjadi pertentangan antara ajaran islam dengan ajarab nenek moyang. Wallahualam semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari dosa syirik, Aamiin.


23 Ramadhan 1441 H
By Roisatun Kasanah





Selasa, 09 Juni 2020

BAPER

BAPER ( Bawa Perasaan )

"Elo digituin aja udah baper "
" Sweet bangeet, kan aku jadi baper"
" oppa Saranghae ❤๐Ÿคฃ"

Kata baper seringkali digunakan anak muda jaman now untuk memggambarkan perasaannya baik itu perasaan suka, terharu, tersinggung, dsb. Ketika kita dihadapkan pada suatu permasalahan atau menanggapi omongan orang misalnya ๐Ÿคฃ, perlukah sebenarnya kita baper atau bawa perasaan??

Rasa atau perasaan itu ada di dalam hati yang mana memang semua orang punya hati, jadi memang normalnya orang itu harus baper ketika menanggapi sesuatu. Rasa sedih, marah, tersinggung, kecewa, senang, bahagia itu adalah rasa yang memang Allah SWT karuniakan untuk manusia.

๐Ÿ˜Poin penting yang pertama adalah baper itu normal, namun jangan sampai kita terbawa perasaan secara berlebihan dan berlarut-larut dalam rasa. Entah itu rasa senang maupun rasa sedih, karena segala sesuatu itu harus proporsional tidak boleh berlebihan

๐Ÿ˜poin yang kedua kuasai dan atur baper kita, jadi kalo mau baper pilih-pilih gitu. Pilih baper untuk hal-hal yang positif saja. Baper ketika melihat orang lain lebih baik ibadahnya, baper ketika orang lain bisa menghafal alquran, baper ketika orang lain berkontribusi kepada masyarakat, dll

Semoga bermanfaat :)

BY ROISATUN KASANAH


Hati - Hati Menjaga Hati

Hati - Hati Menjaga Hati

Hati itu ibarat sebuah ruangan yang selalu kita gunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Agar ruangan tetap bersih, rapi, dan nyaman maka perlu dibersihkan, dijaga, dan dirawat

Sama halnya dengan hati kita ❤

Hati perlu kita jaga dan kita rawat, terlebih lagi jangan sampai hati kita kosong, tidak ada cinta di dalamnya ๐Ÿ˜”. Hati harus diisi dengan cinta, yaitu cinta kepada Allah Swt, cinta kepada nabi Muhammad SAW  dan juga cinta terhadap semua makhluk ciptaan Allah SWT.

❤ jagalah hati dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas berkah dan rahmatNYA, 

❤ jagalah hati dengan selalu menjaga niat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan di dunia adalah untuk mencari ridho Allah semata

❤ jagalah hati dengan selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT


ุฑุจّู†ุง ู„ุง ุชุฒ ุบ ู‚ู„ูˆ ุจู†ุง ุจุนุฏ ุงุฐ ู‡ุฏ ูŠุชู†ุง ูˆู‡ุจ ู„ู†ุง  ู…ู† ู„ّุฏ ู†ูƒ ุฑ ุญู…ุฉ ุงู†ّูƒ ุงู†ุช ุงู„ูˆ ู‡ุงّุจ

artinya : " ya Tuhan kami, janganlah engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisimu, sesungguhnya engkau maha pemberi" (Qs. Ali Imran 3:8)

By Roisatun Kasanah